Di tulisan pertama ini saya akan berbagi sedikit cerita kepada teman-teman, cerita pribadi sih, soal nya
tidak tahu mau cerita sama siapa. Cerita nya
seperti ini, kurang lebih satu setengah tahun yang lalu atau tahun 2015, tepat
nya sebelum saya berangkat ke tanah Jawa untuk merantau. Ibu berpesan kepada
saya.
“
Nak, kamu jangan berhubungan dulu sama wanita manapun, soal nya wanita itu cepat
di lamar sama laki-laki, nanti kalau bukan kamu yang merasa kecewa atau sakit
hati, pasti dia akan merasakan hal tersebut
”
Sedikit
pesan dari Ibu tersebut, kadang kita anggap hal yang sepele dan tidak ada
penting nya sama sekali. Tapi, pesan itu adalah sebagian dari tanda sayang
beliau kepada kita. Beliau akan selalu menyayangi kita dengan cara apapun,
beliau ingin menyelamatkan hidup kita, beliau tidak ingin siapa pun menyakiti
kita, beliau hanya ingin melihat kita selalu tersenyum bahagia. Dan masih
banyak lagi pengorbanan-pengorbanan beliau yang kita lupakan begitu saja.
Apakah kita pernah memikirkan hal tersebut ? mungkin jawaban tidak.
Sebenar
nya, walaupun kita tidak sanggup membalas semua perjuangan beliau setidak nya
kita tidak membuat beliau sedih atau bahkan menyakiti beliau. Mulai saat ini
kita harus berusaha mencintai beliau seperti beliau mencintai kita. Karena kita
tidak akan pernah tau sisa waktu atau kesempatan yang Allah berikan kepada kita
akan berakhir, dan nanti nya kita akan merasa menyesal karena kelalaian kita.
Baik,
sekarang kita kembali lagi ke cerita nya. Jadi, baru-baru ini saya di hadapi
masalah, di mana masalah ini sedikit berkaitan dengan pesan yang pernah Ibu sampaikan
dulu kepada saya. Selama ini saya dekat dengan seorang wanita, hubungan saya
dengan dia hanyalah sebatas kakak dan adik. Jadi perhatian saya kepada nya
seperti hal nya seorang kakak kepada adik nya. Setiap ada kesempatan
berkomunikasi dengan dia, saya selalu mencoba untuk menasehati dia agar menjadi
wanita yang baik. Saya mencoba mencurah kan perhatian saya kepada nya.
Selama satu tahun lebih ini saya tidak pernah tau yang sebenar nya. Saya
tidak tau selama ini dia berhubungan dengan laki-laki mana. Yang saya tau dia
wanita yang sepi dari laki-laki, karena ini memang permintaan saya untuk
menjauhi laki-laki demi kebaikan nya, agar tidak akan ada yang menyakiti dia.
Dan akhir-akhir ini baru saya tau kalau dia mempunyai hubungan “khusus” dengan seorang
laki-laki. Sedikit kecewa dengan kabar ini, karena selama ini dia sudah saya
anggap seperti adik sendiri. Bagi teman-teman yang laki-laki yang punya adik
perempuan, mungkin tau bagaimana rasa nya kalau punya adik perempuan terus
ketahuan pacaran. Pasti tidak enak rasa nya kan ? rasa nya bercampur aduk.
Yang membuat saya kecewa bukanlah saat dia berhubungan dengan laki-laki lain, tapi kekecewaan saya tertuju kepada kebohongan dia. Dia mengatakan bahwa tidak ada hubungan dengan laki-laki lain. Coba saja kalau di jujur, mungkin ga akan kecewa seperti ini. Percuma saja, perhatian yang saya berikan untuk dia selama ini hanya sia-sia.
Saya
jadi ingat kata-kata “sediakan payung sebelum hujan” , kata-kata tersebut
memang ada benar nya. Jadi selama ini pesan Ibu itu adalah payung bagi saya,
jauh-jauh hari Ibu udah sediain payung untuk saya, supaya saya tidak basah. Dan
memang sekarang saya tidak basah karena kehujanan.
Alhamdulillah, setidak nya dengan pesan ibu sekarang saya bisa tenang, perasaan saya tidak terlalu terluka. Utung saja perasaan saya tidak terlalu dalam untuk dia, hanya sebatas sayang saja. Coba kalau saya terlalu cinta sama dia, teman-teman pasti bisa bayangin sendiri bagai mana rasa nya kalau cinta di khianati, oh dunia rasa nya mau kiamat.
Cuma ini saja, semoga ada hikmah nya juga untuk teman-teman. Selalu ingat pesan Ibu saat kamu jauh dari Ibu, pesan apapun itu, karena suatu saat kamu akan merasakan kasih sayang ibu itu memlalui pesan nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar