Rabu, 21 Desember 2016

Payung Sebelum Hujan

Di tulisan pertama  ini saya akan berbagi sedikit cerita kepada teman-teman, cerita pribadi sih, soal nya tidak tahu mau cerita sama siapa. Cerita nya seperti ini, kurang lebih satu setengah tahun yang lalu atau tahun 2015, tepat nya sebelum saya berangkat ke tanah Jawa untuk merantau. Ibu berpesan kepada saya.



“ Nak, kamu jangan berhubungan dulu sama wanita manapun, soal nya wanita itu cepat di lamar sama laki-laki, nanti kalau bukan kamu yang merasa kecewa atau sakit hati, pasti dia akan merasakan hal tersebut 

Sedikit pesan dari Ibu tersebut, kadang kita anggap hal yang sepele dan tidak ada penting nya sama sekali. Tapi, pesan itu adalah sebagian dari tanda sayang beliau kepada kita. Beliau akan selalu menyayangi kita dengan cara apapun, beliau ingin menyelamatkan hidup kita, beliau tidak ingin siapa pun menyakiti kita, beliau hanya ingin melihat kita selalu tersenyum bahagia. Dan masih banyak lagi pengorbanan-pengorbanan beliau yang kita lupakan begitu saja. Apakah kita pernah memikirkan hal tersebut ? mungkin jawaban tidak.


Sebenar nya, walaupun kita tidak sanggup membalas semua perjuangan beliau setidak nya kita tidak membuat beliau sedih atau bahkan menyakiti beliau. Mulai saat ini kita harus berusaha mencintai beliau seperti beliau mencintai kita. Karena kita tidak akan pernah tau sisa waktu atau kesempatan yang Allah berikan kepada kita akan berakhir, dan nanti nya kita akan merasa menyesal karena kelalaian kita.

Baik, sekarang kita kembali lagi ke cerita nya. Jadi, baru-baru ini saya di hadapi masalah, di mana masalah ini sedikit berkaitan dengan pesan yang pernah Ibu sampaikan dulu kepada saya. Selama ini saya dekat dengan seorang wanita, hubungan saya dengan dia hanyalah sebatas kakak dan adik. Jadi perhatian saya kepada nya seperti hal nya seorang kakak kepada adik nya. Setiap ada kesempatan berkomunikasi dengan dia, saya selalu mencoba untuk menasehati dia agar menjadi wanita yang baik. Saya mencoba mencurah kan perhatian saya kepada nya.


Selama satu tahun lebih ini saya tidak pernah tau yang sebenar nya. Saya tidak tau selama ini dia berhubungan dengan laki-laki mana. Yang saya tau dia wanita yang sepi dari laki-laki, karena ini memang permintaan saya untuk menjauhi laki-laki demi kebaikan nya, agar tidak akan ada yang menyakiti dia. Dan akhir-akhir ini baru saya tau kalau dia mempunyai hubungan “khusus” dengan seorang laki-laki. Sedikit kecewa dengan kabar ini, karena selama ini dia sudah saya anggap seperti adik sendiri. Bagi teman-teman yang laki-laki yang punya adik perempuan, mungkin tau bagaimana rasa nya kalau punya adik perempuan terus ketahuan pacaran. Pasti tidak enak rasa nya kan ? rasa nya bercampur aduk.

Yang membuat saya kecewa bukanlah saat dia berhubungan dengan laki-laki lain, tapi kekecewaan saya tertuju kepada kebohongan dia. Dia mengatakan bahwa tidak ada hubungan dengan laki-laki lain. Coba saja kalau di jujur, mungkin ga akan kecewa seperti ini. Percuma saja, perhatian yang saya berikan untuk dia selama ini hanya sia-sia.

Saya jadi ingat kata-kata “sediakan payung sebelum hujan” , kata-kata tersebut memang ada benar nya. Jadi selama ini pesan Ibu itu adalah payung bagi saya, jauh-jauh hari Ibu udah sediain payung untuk saya, supaya saya tidak basah. Dan memang sekarang saya tidak basah karena kehujanan.

Alhamdulillah, setidak nya dengan pesan ibu sekarang saya bisa tenang, perasaan saya tidak terlalu terluka. Utung saja perasaan saya tidak terlalu dalam untuk dia, hanya sebatas sayang saja. Coba kalau saya terlalu cinta sama dia, teman-teman pasti bisa bayangin sendiri bagai mana rasa nya kalau cinta di khianati, oh dunia rasa nya mau kiamat.

Cuma ini saja, semoga ada hikmah nya juga untuk teman-teman. Selalu ingat pesan Ibu saat kamu jauh dari Ibu, pesan apapun itu, karena suatu saat kamu akan merasakan kasih sayang ibu itu memlalui pesan nya.